Fieldbus Technology

by

Abstract: This article describing Fieldbus technology which has been implemented for industrial communication means for instrumentation in oil and gas industry also the advantages and disadvantages of FieldBus technology.

Abstrak: Artikel ini membahas mengenai teknologi Fieldbus yang telah diimplementasikan sebagai salah satu teknik komunikasi standar di industri minyak dan gas, serta keuntungan dan kekurangan dari teknologi Fieldbus.

Pendahuluan

Interoperability adalah senjata utama teknologi modern yang berbasis IT. Plug & play demikian istilah yang umum digunakan. Ibarat USB yang bisa langsung colok dimanapun pada port USB tanpa perlu adanya driver software secara khusus pada windows XP. Demikian halnya dengan dunia instrumentasi yang sudah melangkah untuk menggunakan protokol komunikasi maka protokol yang sudah standardize diperlukan untuk menunjang kemampuan plug & play tersebut. Fieldbus adalah salah satu product technology yang disepakati oleh 300 lebih manufacture instrument. Konsep paling mendasar dari Teknologi Fieldbus adalah pendistribution fungsi kontrol pada network. LAN in industrial instrumentation.

Jika teknologi terdahulu seperti PLC memperkenalkan centralized control demikian juga DCS yang mendasarkan pada pendistribusian fungsi kontrol sistem terdelegasi untuk unit tertentu, maka fieldbus adalah system yang benar-benar mendistribusikan fungsi kontrol pada network setiap loop.

FieldBus Technology

Tujuan utama dari sistem ini adalah untuk mengurangi resiko fault pada banyak loop yang diakibatkan faulty satu loop saja. Fungsi kontrol dapat dijalankan oleh transmitter atau linking device, atau dapat juga control valve. Kerusakan PID logic pada satu loop device sangat tidak berpengaruh kepada loop lain.

Keuntungan lain dari penggunaan teknologi fieldbus adalah pengurangan jumlah routing cable. Tidak ada multipare cable lagi yang digunakan sebagaimana sistem konvensional. Junction Box ke Marshalling Panel hanya dihubungkan oleh single pair twisted cable. Karena addressing system yang dilakukan oleh fieldbus memungkinkan banyak device dapat berkomunikasi melalui satu pair cable. Penggunaan twisted pair ini adalah untuk mengurangi interferensi signal.

Transmitter dengan kemampuan fieldbus sebenarnya tidak diperlukan lagi setting kalibrasi signal untuk melakukan linearisasi transmitter. Yang dimaksudkan di sini adalah jika dibandingkan dengan HART yang memerlukan setting Zero is 4 mA and Maximum is 20 mA kemudian dilakukan linearisasi 25%, 50%, 100% maka Foundation Fieldbus tidak memerlukan kegiatan ini. Yang diperlukan dalam fieldbus adalah kalibrasi sensor bahwa 0 Barg harus terkirim data 0 Barg pula. Begitu pula 100 Barg harus terkirim data digital 100 Barg. Begitu seterusnya tanpa perlu melakukan linearisasi, karena linearisasi hanya ada dalam teknologi analog.

Data oleh fieldbus dikirimkan melalui data digital 0 and 1 yang diambil dari data increasing dan decreasing dari gelombang square dari voltage yang dihasilkan oleh Bus Power melalui kabel H1. Pengambilan data pada puncak dan lembah dari gelombang kotak untuk menunjukkan 1 dan 0 sebagaimana teknologi digital lama tidak digunakan di fieldbus karena rawan terhadap interferensi. Bus Power rata-rata pada range rating 24-32 VDC. Terkhusus pada bus power yang dihasilkan oleh Yokogawa Fieldbus adalah 27 VDC. Pada level komunikasi lebih tinggi antar module pengontrol fieldbus menggunakan jaringan ethernet yang dikenal sebagai HSE (High Speed Ethernet). Untuk mengkomunikasinya dengan intranet atau internet bisa saja dilakukan melalui gateway. Demikian juga dengan jaringan komunikasi industrial yang lain seperti Modbus.

Kelemahan tapi mungkin dapat juga disebut kelebihan, bahwa Fieldbus terlalu software base. Seorang teknisi yang sudah terbiasa melakukan troubleshoot secara kasatmata dengan membandingkan signal 4-20 mA pada device dan action seharusnya didapat dari 4-10 mA maka sekarang teknisi tidak dapat berbuat banyak. Semuanya tergantung dari Software Engineer yang harus melakukan download, configure, autocalibration, dlsb. Teknisi hanya akan membandingkan besaran proses dengan data yang diterima oleh screen workstation. Jika terdapat deviasi maka semua dikembalikan ke software engineer untuk melakukan adjustment signal.

Setidaknya teknisi lapangan masih dapat melakukan monitoring lokal dengan menggunakan Fisher 375 Communicator. Berbagai macam product transmitter dan valve yang sudah masuk dalam Fildbus Foundation akan kompatible dengan Fisher 375. Namun dalam kenyataannya Fisher 375 tidak dapat membaca detail parameter-parameter dr K-Tek product, kecuali process variable semata.

Selamat datang di dunia fieldbus yang dari namanya menunjukkan adanya ‘bus’ yang ada di lapangan yang akan mentransfer informasi langsung dari lapangan ke lapangan. Tidak perlu datang ke Pool dulu, hanya sekedar perlu melapor tentang status penumpang yang di bawanya dan bus bisa jalan.

Written by Nova Kurniawan  and added to this blog by permission of Nova Kurniawan himself

Tag: , , ,

Satu Tanggapan to “Fieldbus Technology”

  1. Astonix Says:

    Postingan keren..!!🙂

    Minta izinnya untuk co-pas buat tugas kampus, akan saya sertakan sumber referensinya.
    Makasih sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: