Level Instrument

by

Abstract:

This is the overview of level instrument which is normally used in oil & gas industry. We are going to discuss about level instrument calibration,  installation, and pre-commissioning. One more important thing that actually need to be discussed is level instrument selection. But I think I need another contributor who is working in engineering company to explain how to select level instrument.

Abstrak

Tulisan ini adalah overview tentang level instrument yang biasa digunakan di industri oil & gas. Di sini akan dibahas tentang kalibrasi, instalasi, dan pre-commissioning dari level instrument. Satu lagi hal penting yang perlu didiskusikan adalah seleksi level instrument. Tetapi kontributor lain yang bekerja untuk perusahaan engineering yang lebih cocok untuk membahas pemilihan level instrument.

Jenis-Jenis Level Instrument

Ada berbagai macam type level instrument yang dikenal orang untuk mengukur ketinggian level suatu fluida. Pertama adalah cara yang paling tradisional adalah dengan meletakkan suatu benda yang dapat mengapung dipermukaan liquid sehingga melahirkan istilah float atau pelampung sebagai level sensor. Magnetic level instrument umumnya menggunakan float sebagai sensor dengan menempelkan magnet pada body pelampung sehingga dengan perhitungan Specific Grafity (SG) magnet tersebut akan mengapung tepat di permukaan liquid. Kedua adalah cara yang memanfaatkan rumus anak SMA yaitu (P = Rho x g x h) yang berarti bahwa tekanan di suatu titik di dalam suatu fluida cair static akan menunjukkan berapa ketinggian liquid yang menekannya. Cara kedua ini melahirkan instrument yang disebut Differensial Pressure (DP) type level instrument. Ketiga adalah cara yang memanfaatkan sifat kapasitansi fluida yang dihubungkan ke rangkaian elektronik. Perubahan level liquid dapat menimbulkan perubahan kapasitansi.  Perubahan ini kemudian dapat dikonversi dan dilinearisasi untuk menunjukkan ketinggian level fluida cair. Keempat adalah cara yang memanfaatkan gelombang ultrasonic. Gelombang ulltrosonic dipancarkan, kemudian dipantulkan oleh permukaan fluida, akan diterima kembali oleh receiver. Selisih waktu penerimaan dapat dikonversi untuk menunjukkan ketinggian level suatu fluida cair. Cara ini menghasilkan istilah seperti Guided Wave Radar Level Instrument yang dipasang pada puncak suatu vessel. Kelima dan selanjutnya dipersilahkan pembaca untuk menambahkan.

Istilah-istilah dalam level instrument yang sering dijumpai adalah: Level Gauge (LG) yaitu level indikasi secara visual dan actual yang dipasang paralel pada vessel atau tank; Level Switch (LS) yaitu level instrument yang dipasangkan perangkat elektronik berupa switch yang diset NC atau NO sesuai dengan design control systemnya; Level Indicating Transmitter (LIT) yaitu level instrument yang memiliki local display serta mempunyai kemampuan mentransmisi signal 4-20 mA dan atau superimposed HART, juga signal fieldbus. Namun apabila transmitter tanpa dilengkapi lokal display maka hanya akan disebut sebagai LT.

Kalibrasi Level Instrument

Kalibrasi adalah aktivitas yang dilakukan untuk membawa suatu besaran pengukuran pada nilai sebenarnya. Nilai sebenarnya dapat dilakukan dengan membandingkan dengan pengukur standar atau dibandingkan dengan besaran yan secara kasat mata mutlak kebenarannya. Level Gauge apakah perlu di kalibrasi? Bisa saja dijawab tidak karena pada level gauge yang dilakukan hanya adjust scaling dari ketinggian level. Kalo Level gauge memakai scale 0% – 100% yang exact pada Center to Center maka penempatan 50% harus benar-benar exact ditengah-tengah. Dan cukup pada LG tidak perlu aktivitas lagi. Level Transmitter tentu saja memerlukan kalibrasi dengan benar karena terjadi sensing besaran fisis dan juga perubahan besaran fisis menjadi besaran elektrik. DP type level transmitter dibench calibration di shop dengan menggunakan pressure. Check besaran Level Transmitter di data sheet apakah inch H2O atau mmH2O. Sebagai contoh range Level Transmitter anda adalah 0 – 1meter dengan fluida water. Ini akan equivalent dengan 0 – 1000mmH2O. Ini akan equivalent juga dengan transmisi signal 4-20 mA. Siapkan power supply 24 VDC asumsi transmitter superimposed HART, multimeter, dan ambil certified low pressure pump. Sambungkan Low Pressure Pump ke Hi-side Level Transmitter, biarkan Lo-side terkoneksi ke atmosfer kemudian injek 0, 250, 500, 750, 1000 mmH2O maka secara equivalent anda harus mendapatkan 0, 25%, 50%, 75%, 100% dan 4,8,12,16,20 mA. Jika anda tidak mendapat nilai equivalent pada increasing dan decreasing maka trim menggunakan Handheld communicator 375.

 

Instalasi Level Instrument

Pemasangan level gauge adalah yang paling sederhana secara praktikal, ketika flange koneksi Center to Center nya tepat betul dengan koneksi flange vessel atau tank maka it’s easy. Tetapi kalau terjadi selisih sedikit saja maka diperlukan mekanikal adjust dengan memanjangkan atau memendekkan Center to Center-nya Level Gauge. Normalnya adjustment selalu dilakukan bersama dengan vendor. Di engineering phase, Level Sketch benar-benar didiskusikan antara Mechanical Engineer dan Instrument Engineer. Sebelum keduanya mengeluarkan masing-masing data sheet. Tetapi banyak Level Gauge yang tidak adjustable.  

-To be continued-

Nova Kurniawan

Sarjana Teknik Fisika ITB, 2004, bekerja di EPCI Company

Tag: ,

7 Tanggapan to “Level Instrument”

  1. Ruhiyana Says:

    Lagi nunggu lanjutannya, hehehehe….

  2. nanang Says:

    salam kenal
    bagaimana cara menggunakan hart 375 untuk mengkalibrasi transmitter?(masksud saya apa saja urutan menu yang harus di pilih pada tampilan display hart 375).

    saya tunggu jawabannya…

  3. windy ang Says:

    salam..
    bagaimana membuat suatu indikator level dengan menggunakan DP sensor?

    terima kasih

  4. dickaker Says:

    makasih atas ilmu yang di berikan!!!!
    kalo add yang baru tolong kirim ke alamt email q!!
    maklum karna saya masih skul stm….
    buat mengukur keinggian level biasanya control valve nya jenis apa ya!!!
    trus karakteristik valve apanya!!!
    shyndiz_dicka@yahoo.com

  5. Sani Yusup Says:

    Saya pakai DP untuk ngukur level amonia. bisa ditebak, hasilnya tidak aktual seiring perubahan cuaca, bisakah dimasukkan parameter perubahnya sebagai faktor koreksi????
    ditunggu jwbannya.. thx

  6. teknisiinstrument Says:

    Pak Nova, salam kenal.

    Kang Ruhe… hehehehe… nyangsang oge didieu…?

    Kang Sani, kumaha damang?
    Tangkinya aja pake heat tracing (atau sensing line-nya), biar cuaca bagaimanapun temperature proses tetap terjaga. Itu dengan asumsi cuaca yang dimaksud adalah perubahan temperatur pada proses…

  7. zamroni Says:

    yang harus di pilih di urutan display adalah : URV and LRV nya harus ditentukan sesuai dengan perhitungan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: