Bolt Torquing/Tensioning

Agustus 25, 2010 by

I have a question as a quiz: Ketika sebuah Nut di torquing dengan Torsi sebesar X (Nm), Berapa gaya/forcess Y (N) yang dialami oleh bolt dan kedua flange?

Please feel free to help me and explain me in detail! Thanks

Nova Kurniawan

Level Calibration: DP Diaphragm Seal (Capillary)

Maret 5, 2010 by

Abstract: This article is describing how to calibrate level instrument with DP type sensor. The use of capillary with fluid inside will make us to have nice and carefull calculation to find what is the range between 0% – 100%. One of my friend Muhammad Riandi (Engineer at WorleyParson, McDermott, and AmecBerca) gave a very nice reference from Rosemount about this topic. Below is some examples how to find calibrated range for many posible position of transmitter.

E.g. The information given is:
H = 100 Inch (Center to Center)

SG Process Liquid = 1

h = 50 Inch

SG fill fluid = 1.2

What is the calibrated range? what is the required URV and LRV? for below cases:

1. Kasus pertama (atmospheric) adalah sebagai berikut:

Untuk mencari range 0%-100% level process fluid dengan nilai DP Type Level Instrument yang bersesuaian adalah sebagai berikut:

0% -> Pada kondisi ini fill fluid di dalam kapilari sudah memberikan tekanan kepada sensor meskipun tanki masih kosong. DP yang diterima oleh sensor adalah sebesar h InFillFluid atau 50 InFillFluid yang memiliki SG = 1.2. Untuk menjadikannya bersatuan InH2O maka 50 InFillFluid dikonvert =  50 x 1.2 = 60 InH2O.

100% -> Pada kondisi ini DP yang dialami sensor adalah dari (process fluid)+(fill fluid). Tekanan yang diterima sensor adalah (100 InH2O) + (60 InH2O) = 160 InH2O.

Calibrated Rangenya adalah 60 InH2O to 160 InH2O.

2. Kasus ke-dua (atmospheric) adalah sebagai berikut:

Untuk mencari range 0%-100% level process fluid dengan nilai DP Type Level Instrument yang bersesuaian adalah sebagai berikut:

0% -> Pada kondisi tanki process liquid kosong, sensor akan menerima DP negative karena letaknya lebih tinggi dari tapping point kapilary (Zero Elevation). Apakah ini kondisi vacum karena pressure disuck atau disedot? I don’t think so. DP nagative karena head h dan level process liquid H akan saling menekan dengan arah yang berlawanan. Semakin tinggi level process liquid maka semakin tinggi memberikan tekanan yang sebaliknya terhadap head h. Head h tekanan adalah sebesar 50 InFillFluid = 60 InH2O tapi negative atau – 60 InH2O.

100% -> Pada kondisi ini DP yang dialami sensor adalah dari tekanan process fluid- tekanan fill fluid. Tekanan yang diterima sensor adalah (100 InH2O) – (60 InH2O) = 40 InH2O.

Calibrated Rangenya adalah -60 InH2O to 40 InH2O.

3. Kasus ke-tiga (atap tanki tertutup) adalah sebagai berikut:

Untuk mencari range 0%-100% level process fluid dengan nilai DP Type Level Instrument yang bersesuaian adalah sebagai berikut:

0% -> Pada kondisi ini fill fluid di dalam kapilari sudah memberikan tekanan kepada sensor dari kedua sisi meskipun tanki masih kosong. Tekanan yang diterima oleh sensor dari Hi-side (tapping point bawah) adalah sebesar h InFillFluid atau 50 InFillFluid yang memiliki SG = 1.2. Untuk menjadikannya bersatuan InH2O maka 50 InFillFluid dikonvert menjadi  50 x 1.2 = 60 InH2O dari sisi Hi-side. Tekanan yang diterima sensor Lo-side (tapping point atas) adalah sebesar H+h InFillFluid atau 150 InFillFluid yang memiliki SG = 1.2. Untuk menjadikannya bersatuan InH2O maka 150 InFillFluid dikonvert menjadi 150 x 1.2 = 180 InH2O. Wah kedua sisi memberikan tekanan ya meski tanki masih kosong ya? DP pada saat level 0% didapatkan dengan mengurangkan tekanan (Hi-side) – (Lo-side). Level 0% = (60 InH2O) (180 InH2O) = – 120 InH2O. Lho kalo, di dalam tanki sudah terdapat gas atau vapor maka dengan adanya Hi dan Lo-side tapping point maka dengan metode saling mengurangkan (ingat DP = selisih) ini tekanan gas/vapor di permukaan liquid akan saling menghilangkan dengan sendirinya. 

100% -> Pada kondisi ini DP yang dialami sensor adalah dari (tekanan process fluid)+(tekanan Hi fill fluid)-(tekanan Lo fill fluid). DP yang diterima sensor adalah (100 InH2O) + (60 InH2O) – (180 InH2O) = -20 InH2O. Tekanan Gas or Vapor di atas liquid tidak perlu diperhitungkan karena akan saling menghilangkan pada Hi dan Lo side dengan sendirinya.

Calibrated Rangenya adalah -120 InH2O to -20 InH2O.

4. Kasus ke-empat (atap tanki tertutup) adalah sebagai berikut:

Untuk mencari range 0%-100% level process fluid dengan nilai DP Type Level Instrument yang bersesuaian adalah sebagai berikut:

0% -> Pada kondisi ini fill fluid di dalam kapilari sudah memberikan tekanan kepada sensor dari kedua sisi meskipun tanki masih kosong. Tekanan yang diterima oleh sensor dari Hi-side (tapping point bawah) adalah sebesar h InFillFluid atau 50 InFillFluid yang memiliki SG = 1.2, tapi negative. Untuk menjadikannya bersatuan InH2O maka -50 InFillFluid dikonvert menjadi  -50 x 1.2 = –60 InH2O dari sisi Hi-side. Tekanan yang diterima sensor Lo-side (tapping point atas) adalah sebesar H-h InFillFluid atau 50 InFillFluid yang memiliki SG = 1.2. Untuk menjadikannya bersatuan InH2O maka 50 InFillFluid dikonvert menjadi 50 x 1.2 = 60 InH2O. Wah kedua sisi memberikan tekanan ya meski tanki masih kosong ya? DP pada saat level 0% didapatkan dengan mengurangkan tekanan (Hi-side) – (Lo-side). DP pada Level 0% = (-60 InH2O) (60 InH2O) = – 120 InH2O. Lho kalo, di dalam tanki sudah terdapat gas atau vapor maka dengan adanya Hi dan Lo-side tapping point maka dengan metode saling mengurangkan (ingat DP = selisih) ini tekanan gas/vapor di permukaan liquid akan saling menghilangkan dengan sendirinya. 

100% -> Pada kondisi ini DP yang dialami sensor adalah dari (tekanan process fluid)-(tekanan Hi fill fluid)-(tekanan Lo fill fluid). DP yang diterima sensor adalah (100 InH2O) – (60 InH2O) – (60 InH2O) = -20 InH2O. Tekanan Gas or Vapor di atas liquid tidak perlu diperhitungkan karena akan saling menghilangkan pada Hi dan Lo side dengan sendirinya.

Calibrated Rangenya adalah -120 InH2O to -20 InH2O.

Nova Kurniawan

Completing The Actuated Valve

Oktober 21, 2008 by

Abstract: the article is describing component of actuated valve (i.e: SDV, BDV), how each of them works and well-known brand of each of them.

Introduction

Actuated valve, also referred as shutdown valve, blowdown valve, on-off valve, mainly comprises of valve body and actuator. Here are several accessories that make actuated valve complete.

1. Solenoid Valve
Comprises of a solenoid and a valve which form is usually a three-way valve. Solenoid converts electrical energy to mechanical energy resulting three-way valve changes its state.

Baca entri selengkapnya »

Fieldbus Technology

Oktober 18, 2008 by

Abstract: This article describing Fieldbus technology which has been implemented for industrial communication means for instrumentation in oil and gas industry also the advantages and disadvantages of FieldBus technology.

Abstrak: Artikel ini membahas mengenai teknologi Fieldbus yang telah diimplementasikan sebagai salah satu teknik komunikasi standar di industri minyak dan gas, serta keuntungan dan kekurangan dari teknologi Fieldbus.

Pendahuluan

Interoperability adalah senjata utama teknologi modern yang berbasis IT. Plug & play demikian istilah yang umum digunakan. Ibarat USB yang bisa langsung colok dimanapun pada port USB tanpa perlu adanya driver software secara khusus pada windows XP. Demikian halnya dengan dunia instrumentasi yang sudah melangkah untuk menggunakan protokol komunikasi maka protokol yang sudah standardize diperlukan untuk menunjang kemampuan plug & play tersebut. Fieldbus adalah salah satu product technology yang disepakati oleh 300 lebih manufacture instrument. Konsep paling mendasar dari Teknologi Fieldbus adalah pendistribution fungsi kontrol pada network. LAN in industrial instrumentation.

Baca entri selengkapnya »

Simple Techniques to Read P&ID

Oktober 17, 2008 by

Abstract: This article discusses basic techniques reading P&ID in oil & gas industry starting with introduction to drawing anatomy, general introduction to symbols of P&ID and special introduction to symbols of instrumentation and control of P&ID.

Abstrak: Tulisan ini membahas teknik-teknik dasar membaca P&ID di industri minyak dan gas dimulai dari pengenalan anatomi gambar, secara umum pengenalan simbol-simbol di P&ID dan secara khusus pengenalan simbol-simbol instrumentasi dan kontrol di P&ID.

Pendahuluan

Piping and Instrumentation Diagram atau biasa disingkat P&ID adalah ilustrasi skematik secara mendetail mengenai hubungan fungsional perpipaan, instrumentasi dan komponen sistem peralatan didalam suatu pabrik. P&ID adalah salah satu informasi penting mengenai semua komponen pabrik, baik ketika pabrik didalam fase desain, fase konstruksi maupun fase operasional. Dari P&ID kita dapat mengetahui bagaimana suatu pabrik proses bekerja, pipa ukuran apa saja yang digunakan, instrumentasi apa saja yang digunakan dan lain sebagainya. Intinya, P&ID adalah jantung komunikasi antara para insinyur fasilitas produksi dari berbagai disiplin ilmu mengenai pabrik.

Baca entri selengkapnya »

Level Instrument

Mei 14, 2008 by

Abstract:

This is the overview of level instrument which is normally used in oil & gas industry. We are going to discuss about level instrument calibration,  installation, and pre-commissioning. One more important thing that actually need to be discussed is level instrument selection. But I think I need another contributor who is working in engineering company to explain how to select level instrument.

Abstrak

Tulisan ini adalah overview tentang level instrument yang biasa digunakan di industri oil & gas. Di sini akan dibahas tentang kalibrasi, instalasi, dan pre-commissioning dari level instrument. Satu lagi hal penting yang perlu didiskusikan adalah seleksi level instrument. Tetapi kontributor lain yang bekerja untuk perusahaan engineering yang lebih cocok untuk membahas pemilihan level instrument.

Baca entri selengkapnya »

Why Do We Need to Maintain Liquid Level?

April 29, 2008 by

Abstract: this article discuss the reasons why do we need to maintain liquid level in a pressurized vessel.

Abstrak: tulisan ini membahas alasan mengapa kita perlu mempertahankan level cairan didalam sebuah pressure vessel.

Pendahuluan

Sebuah pertanyaan yang wajar mengemuka di fasilitas produksi minyak dan gas adalah “mengapa kita perlu mempertahankan liquid level dalam sebuah pressure vessel?”. Bahkan kalau kita lihat lebih teliti di P&ID yang sering kita pelototi, setting level control valve (LCV) di sisi keluaran cairan (bottom outlet) adalah fail-closed seperti pada gambar dibawah.

 

Lha, cairan didalam pressure vesselnya apa ga malah mbludak (membanjir) kalau control valve-nya mengalami kegagalan? Begitu juga kalau SDV-nya nutup, kan malah membanjir ga keruan? Belum lagi konsekuensi dari low level liquid ini cukup serius, yaitu membuat fasilitas produksi berhenti beroperasi.

Baca entri selengkapnya »

Orifice or Restriction Orifice?

April 29, 2008 by

Abstract: this article discuss differences between orifice and restriction orifice in terms of physical form, functionality and their applications in oil and gas surface facilities.

Abstrak: artikel ini membahas perbedaan antara orifice dan restriction orifice dari sisi bentuk fisik, fungsionalitas dan aplikasinya di fasilitas minyak dan gas

Pendahuluan

Apakah anda ingin melakukan pengukuran aliran suatu fluida atau apakah anda ingin mereduksi tekanan suatu fluida secara drastis dan permanen? Kedua hal tersebut dapat dilakukan oleh benda yang namanya sama-sama mengandung kata Orifice, yang pertama adalah Orifice dan yang kedua adalah Restriction Orifice. Secara umum, orifice mempunyai bentuk sebagai suatu plat yang mempunyai lubang ditengahnya. Contoh bentuk orifice seperti gambar berikut:

 

Kira-kira apa sajakah perbedaan antara Orifice untuk flowmeter dan Restriction Orifice? Mari kita amati gambar dibawah yang merupakan contoh gambar dari Orifice untuk flowmeter dan Restriction Orifice.

 

Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 27 pengikut lainnya